Hasil Buruk, AS Roma Pecat Pelatihnya Lagi

AS Roma kembali memecat pelatih untuk kedua kalinya musim ini setelah Ivan Juric resmi diberhentikan pada Minggu. Pelatih asal Kroasia itu dilepas setelah kekalahan 3-2 dari Bologna di kandang, kekalahan keempat Roma dalam lima laga terakhir yang membuat posisi mereka kini berada di peringkat ke-12 klasemen Serie A.
Roma menyampaikan terima kasih kepada Juric atas dedikasinya selama beberapa pekan terakhir. Klub menilai bahwa Juric telah menangani situasi sulit dengan profesionalisme tinggi dan mengumumkan bahwa proses pencarian pelatih baru sedang berlangsung, dengan pengumuman resmi akan segera diberikan dalam waktu dekat.
Juric sendiri ditunjuk pada bulan September, menjadi pelatih ketiga Roma dalam delapan bulan terakhir setelah pemecatan Daniele De Rossi pada awal tahun ini. Sebelumnya, De Rossi menggantikan Jose Mourinho yang juga dipecat.
Juric, yang pernah melatih Torino, Hellas Verona, dan Genoa, mengawali tugasnya dengan baik dengan dua kemenangan kandang melawan Udinese dan Venezia, serta hasil imbang di Liga Europa melawan Athletic Club. Namun, performa Roma menurun, hanya meraih satu kemenangan dalam enam laga Serie A berikutnya.
Sistem permainan yang diterapkan Juric menjadi tantangan bagi Roma. Metode penjagaan ketat satu lawan satu yang ia terapkan kurang cocok dengan gaya permainan Roma yang lebih mengutamakan penguasaan bola dan kreativitas. Meskipun formasi 3-4-2-1 Juric berhasil di tiga pertandingan awal, kelemahan dalam formasi tersebut cepat dieksploitasi lawan, membuat Roma kerap melakukan kesalahan penting di lini belakang dan depan, seperti yang terlihat saat melawan Bologna.
Absennya Paulo Dybala karena cedera otot pada laga terakhir Juric juga memengaruhi performa tim. Roma memiliki sejumlah peluang dalam pertandingan melawan Bologna, tetapi Santiago Castro membuat tim tamu unggul pada menit ke-25. Stephan El Shaarawy menyamakan kedudukan setelah satu jam pertandingan, namun Bologna kembali unggul melalui Riccardo Orsolini, dan Jesper Karlsson menambah gol untuk mengubah skor menjadi 3-1. El Shaarawy akhirnya mencetak gol keduanya, namun Roma tetap kalah.
Dengan total 13 poin dari 12 laga, ini adalah start terburuk Roma dalam dua dekade terakhir. Setelah jeda internasional, mereka akan menghadapi serangkaian laga berat, mulai dari tandang ke Napoli pada 24 November, menghadapi Tottenham Hotspur di Liga Europa, dan menjamu Atalanta pada awal Desember.
From:News
The Most Popular
-
Persija vs Persib: Title Race Thriller Ends in Narrow Prediction -
Manchester United Eye Another Win as Sunderland Fight to Keep European Dream Alive -
Arsenal Eye Double Glory as West Ham Battle Survival at London Stadium -
El Clásico Title Showdown: Barcelona Close in on La Liga Glory Against Struggling Real Madrid -
Juventus Face High-Stakes Battle in Lecce Clash -
Man City Under Pressure as Brentford Aim to Spoil Title Dream

Vietnam
Thailand
Telegram
Facebook
X