APP
Mobile
 
 
English
  • English
  • Vietnam
  • Thailand

Predictions> News> UEFA Nations League,France,Isr...

Tensi Memanas: Israel Peringatkan Warganya Jelang Laga Prancis-Israel yang Dihadiri Macron

Tensi Memanas: Israel Peringatkan Warganya Jelang Laga Prancis-Israel yang Dihadiri Macron
Israel mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk menghindari acara budaya dan olahraga di luar negeri yang melibatkan warga Israel selama pekan ini, menyusul serangan terhadap pendukung sepak bola Israel di Amsterdam pada pekan sebelumnya. Menurut kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Israel memiliki informasi intelijen yang menunjukkan bahwa kelompok pro-Palestina di beberapa negara, termasuk Belanda, Inggris, Prancis, dan Belgia, berniat untuk menyakiti warga Israel.

Pada Kamis mendatang, Prancis dan Israel akan bertanding dalam pertandingan UEFA Nations League di mana Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan hadir, menurut keterangan dari Istana Elysee. Pihak kepolisian Paris menyatakan bahwa 4.000 petugas polisi dan 1.600 staf stadion akan dikerahkan guna menjaga keamanan di sekitar stadion dan transportasi umum, terutama mengingat insiden kekerasan terhadap suporter Israel di Amsterdam baru-baru ini.

Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nuñez, menyebut pertandingan ini sebagai acara berisiko tinggi karena situasi yang memanas. Ia menegaskan bahwa pihak berwenang tidak akan mentolerir kekerasan. Rencananya, sebanyak 2.500 petugas akan ditempatkan di sekitar Stade de France di utara Paris, dengan tambahan 1.500 petugas di dalam kota dan jalur transportasi umum.
Pengamanan antiteroris juga akan diterapkan di sekitar stadion, termasuk pemeriksaan ketat dan penggeledahan terhadap penonton dan barang bawaan mereka. Pihak penyelenggara Prancis telah berkoordinasi dengan otoritas dan pasukan keamanan Israel untuk mempersiapkan keamanan pertandingan tersebut.

Pekan lalu, penggemar Israel diserang oleh kelompok pemuda setelah pertandingan di Amsterdam, dipicu oleh seruan di media sosial yang menyulut kebencian terhadap orang Yahudi. Akibatnya, lima orang harus dirawat di rumah sakit dan puluhan orang ditangkap. Serangan ini dikecam secara luas sebagai tindakan antisemitisme oleh otoritas di Amsterdam, Israel, dan berbagai negara Eropa.

Pada hari Minggu, polisi Belanda menahan beberapa orang yang mengikuti demonstrasi terlarang di pusat Amsterdam setelah kekerasan terhadap pendukung Israel. Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Retailleau, menegaskan bahwa pertandingan antara Prancis dan Israel akan tetap berlangsung sesuai rencana.

Kehadiran Macron tidak hanya untuk mendukung tim nasional Prancis, tetapi juga sebagai simbol solidaritas setelah aksi antisemitisme yang tak dapat diterima di Amsterdam. Seorang pejabat Elysee menyatakan bahwa kehadiran Macron adalah pesan persaudaraan dan dukungan bagi para korban.

Copyright © 2026 Powered By Nowgoal All Rights Reserved.